Rusdi Pati

ALumnus IKIP Negeri Semarang jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan saat ini mengajar di SMP Negeri 1 Jaken sejak 1 Juli 2003. Menulis buku: 1. WRITERPRENEUR ME...

Selengkapnya

PEMANFAATAN KETAN HITAM SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN MINUMAN KOPI NON-KAFEIN DENGAN PENAMBAHAN CAMPURAN JAHE DAN PETAI CINA

PEMANFAATAN KETAN HITAM SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN MINUMAN KOPI NON-KAFEIN DENGAN PENAMBAHAN CAMPURAN JAHE DAN PETAI CINA

Karya Ilmiah

Disusun untuk Mengikuti Lomba KIR

Tingkat SMP se-Kabupaten Rembang

Disusun oleh :

1. Cucu Eko Febryansyah NIS: 10126

2. Fadila Eka Febriyanti NIS: 10311

3. Kayon Maulana Arba NIS: 10317

SMP NEGERI 1 KALIORI

TAHUN 2018\

LEMBAR PENGESAHAN

Penelitian Karya Ilmiah dengan judul “PEMANFATAN KETAN HITAM SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN MINUMAN KOPI NON-KAFEIN DENGAN PENAMBAHAN CAMPURAN JAHE DAN PETAI CINA” yang disusun oleh:

Nama : 1. Cucu Eko Febfyansyah

2. Fadila Eka Febriyanti

3. Kayon Maulana Arba

telah mendapatkan persetujuan dan pengesahan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kaliori Kabupaten Rembang.

Tanggal : 15 Februari 2018.

Mengetahui/Mengesahkan

Kepala SMP Negeri 1 Kaliori Guru Pembimbing KIR

Drs. Nur Hasan, M.Pd. Sutarnik, S.Pd.

NIP. 19660729 200003 1 002 NIP.197508152007012 014

ABSTRAK

Cucu Eko F, Fadila Eka F, Kayon Maulana Arba. 2018. Pemanfaatan Ketam Hitam Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Minuman Kopi Non-Kafein dengan Penambahan Campuran Jahe dan Petai Cina. Karya Ilmiah. SMP Negeri 1 Kaliori.Rembang. Pembimbing: I. Sutarnik, S.Pd. II. Yuli Khusnul K, S.Pd.

Kata kunci: biji petai cina, minuman kopi non kafein, jahe, ketan hitam

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya terima penalis terhadap kopi non-kafein berbahan dasar ketan hitam yang dicampur dengan jahe dan petai cina dan mengetahui perbedaan organoleptik kopi non-kafein antarperlakuan.

Penelitian ini dilakukan di SMP 1 Kaliori pada kelas ekstrakurikuler LPIR tahun pelajaran 2017/2018. Obyek dari penelitian ini adalah 20 peserta dengan menggunakan uji organoleptik.Teknik pengumpulan data diambil dari uji organoleptik dengan dengan antarperlakuan yang diujikan terhadap penalis. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu rasio konsentrasi ketan hitam dengan jahe dan petai cina ((4g:1g), (3g:1g), (2g:1g), (1g:1g) dengan beda jumlah pemberian ketan hitam sedangkan jahe dan petai cina jumlah dan rasionya sama.

Analisis data digunakan kualitatif dengan statistik sederhana untuk mengetahui daya terima penalis dengan parameter aroma, rasa, warna, tekstur dan kuantitatif dengan anava satu jalur untuk mengetahui uji antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna terbaik terdapat pada perlakuan K0C (hitam), aroma terbaik terdapat pada perlakuan K1C (sedap), rasa terbaik dihasilkan oleh perlakuan K4C (rasio ketan hitam, petai cina dan jahe optimal), serta tektur yang dihasilkan adalah halus, berampas.

Kesimpulan: Minuman kopi non-kafein berbahan dasar ketan hitam dengan campuran petai cina dan jahe dapat diterima panelis dan memiliki perbedaan yang nyata antarperlakuan.

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia yang dilimpahkanNya, sehingga Laporan Penelitian Karya Ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik. Laporan penelitian karya ilmiah ini dengan judul “Pemanfaatan Ketan Hitam Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Minuman Kopi Non-Kafein dengan Penambahan Campuran Jahe dan Petai Cina.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. Drs. Nur Hasan, M.Pd sebagai Kepala SMPN 1 Kaliori yang telah memberikan motivasi dan fasilitas untuk melakukan penelitian.

2. Sutarnik, S.Pd. selaku guru pembimbing yang telah memberikan bimbingan dalam penelitian ini.

3. Yuli Khusnul Khotimah, S.Pd. selaku guru pembimbing yang telah memberikan bimbingan dalam penelitian ini.

4. Teman-teman ekstrakurikuler LPIR yang telah membantu dan memberikan semangat selama melakukan kegiatan penelitian.

5. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.

Laporan karya ilmiah ini meskipun sudah dirancang dengan sebaik-baiknya tetapi penulis yakin masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun kami harapkan untuk penyempurnaan laporan ini. Semoga laporan penelitian ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Amin.

Rembang, 15 Februari 2018

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Setiap orang tidak asing lagi dengan minuman kopi, minuman kopi ini telah lama dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat. Penikmat kopi pada umumnya tidak memikirkan kandungan apakah yang terdapat pada kopi tersebut. Minuman kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari pengolahan dan ekstraksi berbagai biji, misalnya biji petai cina. Kata kopi berasal dari bahasa Arab qalwah yang berarti kekuatan. Minuman kopi yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah olahan dari biji kopi. Biji kopi mengandung berbagai macam zat, salah satunya adalah kafein.

Kafein adalah alkaloid yang tergolong dalam keluarga methylxanthine bersama-sama senyawa tefilin dan teobromin berlaku sebagai penenang system saraf pusat. Kafein memiliki dampak positif dan negatif bagi tubuh. Kafein mengandung antioksidan yang sehat, tetapi kafein juga dapat menyebabkan pengerasan dinding arteri yang menyebabkan terganggunya kinerja jantung. Permasalahan inilah perlu dilakukan penelitian mengenai minuman alternatif pengganti kopi berkafein dengan kopi non-kafein. Kopi non-kafein adalah minuman seperti kopi yang salah satunya berbahan dasar petai cina dan ketan hitam yang tidak mengandung kafein dan menyehatkan.

Ketan hitam yang berwarna hitam dan kurang menarik ternyata banyak manfaat yang terkandung di dalamnya, karena mempunyai sifat anti-inflamasi dan kaya antioksidan maka untuk mengkonsumsi jangka panjang akan berguna untuk mencegah diabetes, ketan hitam juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh apalagi di musim hujan.

Ketan hitam sebagai bahan tambahan untuk pembuatan kopi non-kafein dipilih karena memiliki kandungan antosianin cukup tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan dan mudah diperoleh di pasaran. Ketan hitam atau Oryza sativaglutinosa merupakan tumbuhan yang termasuk familia graminae dan salah satu komoditi yang sangat potensial sebagai sumber karbohidrat, antioksidan, senyawa bioaktif dan serat yang penting bagi kesehatan.

Manfaat ketan hitam bagi kesehatan antara lain untuk mencegah penyakit hati, kanker, usus, stroke, diabetes, dan mengurangi pengaruh penuaan otak. Ketan hitam juga kaya serat yang baik untuk pencernaan. Selain itu mengkonsumsi ketan hitam secara rutin dapat menghindari obesitas.Nilai kandungan ketan hitam antara lain: kalori, protein, lemak serat dan vitamin (Yanuar, 2009).

Petai cina dipilih sebagai bahan dasar untuk pembuatan kopi non-kafein. Petai cina (Leucaena leucocephala) mengandung alkaloid, saponin, flavaloid, tannin, mimosin protein, asam lemak dan serat. Biji petai cina dapat berkhasiat sebagai obat cacing. Biji petai yang sudah tua biasanya disangrai untuk pengganti kopi dengan aroma harum yang lebih tajam dari kopi. Petai cina sendiri memiliki kandungan saponin dan kardenalin yang dapat menurunkan kadar gula darah (Wikipedia).

Jahe merupakan rempah-rempah yang digunakan sebagai bahan campuran karena memiliki aroma dan rasa yang cukup tajam sehingga member kesan hangat pada kopi non-kafein berbahan dasar petai cina. Ekstrak jahe memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai obat sakit kepala, masuk angin, batuk, diare, sakit tenggorokan, anti mual. Jahe putih mempunyai kandungan aktif oleoresin.

Oleoresin merupakan minyak atsiri sebagai pembawa aroma dan sebagai pembawa rasa. Oleoresin berupa minyak berwarna coklat tua sampai hitam dan mengandung minyak atsiri 15% - 35% yang diekstraksi dari bubuk jahe. Ekstrak jahe memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai obat sakit kepala, masuk angin, batuk, gangguan saluran pencernaan, mabuk perjalanan, kolera, diare, dan sakit tenggorokan.

Dari uraian di atas, maka penulis merasa perlu melakukan penelitian dengan judul “Pemanfaatan Ketan Hitam Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Minuman Kopi Non-kafein dengan Penambahan Campuran Jahe dan Petai Cina”.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah daya terima penalis terhadap kopi non-kafein?

2. Bagaimanakah perbedaan aroma, warna, rasa dan tekstur kopi non-kafein antar perlakuan?

1.2. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui daya terima penalis terhadap kopi non-kafein berbahan dasar ketan hitam yang dicampur jahe dan petai cina.

2. Mengetahui perbedaan organoleptik kopi non-kafein antar perlakuan.

1.3. Manfaat Penelitian

1. Manfaat dan kegunaan teoritis

a. Sebagai suatu karya ilmiah hasil penelitian diharapkan dapat memberi masukan bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan mengenai manfaat ketan hitam.

b. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk kegiatan penelitian berikutnya yang sejenis.

2. Manfaat dan kegunaan Praktisi :

a. Menyebarluaskan informasi tentang difersifikasi penggunaan petai cina yang kaya manfaat, khususnya sebagai bahan dasar pembuatan kopi non-kafein.

b. Sebagai alternatif minuman kopi kafein (biji kopi).

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ketan Hitam

Beras ketan hitam merupakan salah satu varietas beras berpigmen yang telah lama dikonsumsi oleh masyarakat indonesia sebagai bahan makanan. Hal ini dikarenakan beras ketan hitam sangat potensial sebagai sumber karbohidrat, antioksidan, senyawa bioaktif dan serat yang tinggi bagi kesehatan. Beras ketan hitam mempunyai warna ungu kehitaman, bila sudah dimasak warnanya benar-benar hitam pekat (Winarno, 2004).

Beras ketan hitam sangat berbeda dibandingkan dengan beras hitam, baik rasa aroma maupun penampilan yang sangat spesifik. Bagian terbesar dari beras ketan hitam didominasi oleh pati (80-85%). Butir beras ketan hitam tersusun atas aleuron, endosperm dan embrio. Dalam aleuron dan embrio terdapat komponen gizi yaitu vitamin (thiamin, riboflavin dan niacin), lemak (linoleat, palmitat), protein (oryzenin) dan mineral (kalsium, magnesium, besi dan fosfor), sedangkan pada bagian endosperm hampir seluruhnya adalah pati (Kusmiadi, 2008).

2.1.1 Klasifikasi Ketan Hitam

Beras ketan hitam dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : Monoctyledoneae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae/Gramineae

Genus : Oryza

Spesies : Oryza sativa Linn. var glutinosa

Nama lokal : Beras ketan hitam

(Vaughan, dkk., 2013)

2.1.3 Kandungan Zat Ketan Hitam

Beras ketan hitam adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Beras Ketan Hitam mengandung energi sebesar 356 kilokalori, protein 7 gram, karbohidrat 78 gram, lemak 0,7 gram, kalsium 10 miligram, fosfor 148 miligram, dan zat besi 1 miligram. Selain itu di dalam Beras Ketan Hitam juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,2 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Beras Ketan Hitam, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100%.

2.1.4 Manfaat Ketan Hitam

Ketan hitam dapat diandalkan untuk penyakit jantung dan kanker. Dalam hal ini, kandungan antosianin yang memiliki peran melawan kanker dan penyakit jantung. Meski memerlukan penelitian lebih lanjut, namun tidak ada salahnya untuk mulai rutin mengonsumsi ketan hitam. Antosianin yang merupakan sejenis antioksidan memiliki peran untuk mengurangi LDL atau kadar kolesterol jahat. Tentunya hal tersebut memiliki kontribusi dalam melawan penyakit jantung dan menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Ketan hitam digunakan untuk menunjang imunitas. Kekebalan tubuh atau imunitas adalah hal penting di dalam tubuh yang bisa melawan bakteri,kuman, dan virus. Mengonsumsi ketan hitam secara rutin bisa memberikan efek dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan ketan hitam memiliki kemampuan lebih baik untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dibandingkan dengan beras cokelat.

2.2 Minuman Kopi

Pada dasarnya minuman kopi diperoleh melalui ekstrak zat-zat padat yang terbentuk dalam sel-sel biji kopi sewaktu kopi disangrai. Ektraksinya dengan menggunakan air panas. Cara ini memerlukan alat penyeduh air panas dan waktu yang lama, hal yang oleh sebagian orang dipandang tidak praktis (Siswoputranto, 1993).

Minuman kopi bubuk sendiri yang sering dikenal dari jenis kopi bubuk arabika dan kopi bubuk robusta, dari kedua jenis ini masing masing memiliki ciri khas tersendiri. Komposisi kimia dari kedua jenis kopi ini berbeda, begitupun dengan kandungan senyawa kafein dari kedua jenis kopi ini.

2.3 Jahe

Jahe adalah jenis makanan akar yang memiliki rasa pedas dan terasa hangat apabila dikonsumsi. Tanaman yang diperkirakan berasal dari India ini telah banyak dibudidayakan di berbagai negara seperti di Indonesia, India, Tiongkok dan negara-negara Afrika. Jahe merupakan tanaman rimpang ang tumbuhnya menjalar dibawah permukaan tanah serta dapat menghasilkan tunas dan akar baru dari ruas-ruasnya.

2.3.1 Kandungan Gizi Jahe (Ginger)

Jenis Nutrisi / Gizi

Kandungan

AKG%

Kalori

80kcal

Karbohidrat

17,77g

Air

78,89g

Protein

1,82g

Gula

1,7g

Serat

1,7g

Lemak

0,75g

Vitamin A

0µg

Vitamin C

5mg

6%

Vitamin D

0µg

Vitamin E

0mg

Vitamin B1 (Thiamine)

0,025mg

2%

Vitamin B2 (Riboflavin)

0,034mg

3%

Vitamin B3 (Niacin)

0,75mg

5%

Vitamin B5 (Panthothenic acid)

0,203mg

4%

Vitamin B9 (Folat)

11µg

3%

Kalsium

16mg

2%

Zat Besi

0,6mg

5%

Magnesium

43mg

12%

Fosfor

34mg

5%

Potassium (Kalium)

415mg

9%

Sodium

13mg

1%

Seng (Zinc)

0,34mg

4%

2.3.2 Manfaat Jahe

Beberapa manfaat jahe bagi kesehatan:

1. Nyeri menstruasi.

Bagi para wanita yang sering merasa nyeri saat menstruasi, bisa coba mengonsumsi ekstrak jahe dengan dosis empat kali sehari selama tiga hari di awal menstruasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi jahe bisa membantu mengurangi gejala nyeri menstruasi. Khasiat jahe sepertinya dapat disamakan dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat.

2. Mencegah morning sickness.

Kondisi mual dan muntah ini kerap dialami oleh beberapa wanita di awal masa kehamilan. Sepertinya kondisi tersebut dapat diminimalisasi dengan mengonsumsi jahe. Namun ingat, ibu hamil tidak boleh sembarang mengonsumsi asupan tertentu, khususnya obat-obatan tradisional. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi jahe.

3. Osteoarthritis.

Menurut sejumlah penelitian, rasa sakit akibat kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi ekstrak jahe. Senyawa kimia pada jahe dapat mengurangi zat kimia yang memicu peradangan sendi. Selain itu, jahe juga bisa merangsang tubuh memproduksi asam salisilat, yaitu sebuah zat yang bisa meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan

2.4 Petai Cina (Leucanea leucocephala)

Lamtoro atau yang sering disebut petai cina, atau petai selong adalah sejenis perdu dari famili Fabaceae (Leguminoseae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Lamtoro berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, di mana tanaman ini tumbuh menyebar luas. Penjajah Spanyol membawa biji-bijinya dari Meksiko ke Filipina di akhir abad XVI dan dari tempat ini mulailah lamtoro menyebar luas ke berbagai bagian dunia dan ditanam sebagai peneduh tanaman kopi, penghasil kayu bakar, serta sumber pakan ternak. Lamtoro mudah beradaptasi di berbagai daerah tropis seperti Asia dan Afrika termasuk pula di Indonesia.

2.4.1 Klasifikasi Petai Cina atau Lamtoro (L. leucocephala)

Menurut Ajo (2009) tanaman petai cina atau lamtoro memiliki klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub-divisi : Angiospermae

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Fabales

Famili : Fabaceae

Genus : Leucaena

Species : Leucaena leucocephala

2.4.2 Morfologi Tanaman Petai cina atau Lamtoro (L. leucocephala)

Tanaman petai cina memiliki morfologi akar yang sangat kokoh, karena akar tunggangnya menembus kuat ke dalam tanah sehingga pohon tidak mudah tumbang oleh tiupan angin. Tanaman lamtoro mempunyai batang yang kuat, sehingga tidak mudah patah. Warna batang coklat kemerahan sehingga menarik untuk dipandang. Batang pohon lamtoro dalam waktu satu tahun dapat mencapai garis tengah 10-15 cm. Daun petai cina berbentuk simetris, dengan tipe daun majemuk ganda dan daun berwarna hijau (Gambar 2.1). Buah lamtoro berbentuk polong dalam tandan. Dalam tiap-tiap tandan buah dapat mencapai 20-30 buah polong, sedangkan dalam satu polongnya dapat mencapai 15-30 biji. Batang tandan berbentuk besar dan agak pendek. Bijinya berbentuk lonjong dan pipih, jika sudah tua biji tersebut berwarna coklat kehitaman.

Lamtoro menyukai iklim tropis yang hangat (suhu harian 25-30°C), ketinggian di atas 1000 m Tanaman ini tumbuh baik di wilayah dengan kisaran curah hujan 650-3.000 mm pertahun.

2.4.3 Kandungan Nutrisi Petai Cina atau lamtoro

Biji lamtoro tua adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Biji lamtoro biji tua mengandung energi sebesar 148 kilokalori, protein 10,6 gram, karbohidrat 26,2 gram, lemak 0,5 gram, kalsium 155 miligram, fosfor 59 miligram, dan zat besi 2 miligram. Selain itu di dalam Biji Lamtoro Biji Tua juga terkandung vitamin A sebanyak 416 IU, vitamin B1 0,23 miligram dan vitamin C 20 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram biji lamtoro biji tua.(Kustiawan, 2001)

Informasi Rinci iKomposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Biji Lamtoro

Kandungan zat

Jumlah

Energi

148 Kkal

Protein

10,6 gram

Lemak

0,5 gram

Karbohidrat

26,2 gram

Kalsium

155 gram

Fosfor

59 mg

Zat Besi

2 mg

Vitamin A

416 IU

Vitamin B1

0,23 mg

Vitamin C

20 mg

Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

2.4.4 Manfaat Tanaman Petai Cina atau Lamtoro.

1.Disentri

Mungkin tidak sedikit orang yang kurang menggemari buah petai cina ini, tapi siapa yang mengira ternyata petai cina ini sangat berkhasiat untuk kesehatan kita. Bukan hanya kulit manggis saja yang memiliki fungsi sebagai obat tradisional penyakit disentri, ternyata petai cina ini juga berkhasiat untuk mengobati penyakit disentri.

2. Cacingan, Bengkak (Oedem) dan Radang Ginjal

Rebus atau seduh 3-5 gram serbuk biji tanaman lamtoro kering dengan 1 cangkir air panas, lalu minum air rebusan atau seduhannya. Lakukan pengobatan tigakalisehari.

3. Bisul, Abses Paru, Luka Terpukul, Insomnia

Sederet penyakit di atas dapat kita atasi dengan manfaat lamtoro atau petai cina yang dapat kita peroleh di lingkungan sekitar. Cara membuat ramuan herbal dari petai cina untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit di atas tidaklah sulit, kita hanya cukup merebus 10 gram seluruh bagian tanaman lamtoro dengan 3 gelas air sampai tersisa1gelas.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Tempat, Waktu, Sampel Penelitian

Penelitian dilaksanakan di laboratorium IPA SMP N 1 Kaliori pada kelas ekstrakurikuler LPIR. Peneliti memilih kelas ini karena berhubungan dengan lomba KIR yang diadakan. Waktu penelitian dimulai tanggal 20 Januari – 14 Pebruari 2018. Sampel dalam penelitian ini 20 peserta LPIR . Dalam penelitian ini digunakan ketan hitam, jahe dan petai cina..

3.2. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian menggunakan 5 perlakuan yaitu :

1. KoC: Petai cina dan jahe 1 g (kontrol)

2. K1C: Ketan hitam 4g: petai cina dan jahe 1g

3. K2C: Ketan hitam 3g: petai cina dan jahe 1g

4. K3C: Ketan hitam 2g : petai cina dan jahe 1g

5. K4C: Ketan hitam 1g : petai cina dan jahe 1g

3.3 Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah :

- Wajan

- Blender

- Saringan

- Kompor

- Cup (gelas plastik)

- Talenan

- Pisau

3.4 Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :

- Biji petai cina

- Jahe

- Ketan hitam

- Air

- Gula pasir

3.5 Cara Pembuatan minuman kopi non-kafein

1. Siapkan bji lamtoro yang sudah tua kemudian jahe yang telah dikupas dan diiris tipis dan dijemur serta biji ketan hitam

2. Ketan hitam, jahe dan petai cina disangrai hingga mengeluarkan bahu

3. Ketan hitam, jahe dan petai cina tersebut diblender kemudia di saring

3.6. Analisis Sintesis

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara pengujian kualitas minuman kopi non-kafein dengan organoleptik dilakukan oleh penalis 20 orang siswa kelas VII dan VIII untuk memperoleh penilaian produk minuman kopi non-kafein meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil pembuatan kopi non-kafein

Hasil pembuatan kopi non-kafein kemudian diuji dengan uji organoleptik meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur kemudian diambil rata-rata dan prosentasenya.

4.2. Hasil Percobaan dan Pembahasan

A. Aroma

Hasil uji organoleptik menunjukkan ada perbedaan antara konsentrasi ketan hitam dengan kualitas aroma minuman non-kafein.

Perlakuan K1C menggunakan perbandingan 4g ketan hitam dengan penambahan 1g petai cina dan jahe menghasilkan aroma minuman kopi paling sedap sebesar 70%. Perlakuan K0C dan K4C memiliki aroma tidak sedap, tidak ada penambahan ketan hitam, atau rasio ketan hitam sedikit sehingga membuat aroma sedapnya berkurang dengan persentase 45% dan 35%. Perlakuan K2C dan K3C memiliki aroma agak sedap dengan persentase 65% dan 70%. Hal tersebut dimungkinkan perlakuan jumlah ketan hitam bertambah.

A. Warna

Hasil uji organoleptik menunjukkan ada perbedaan antara konsentrasi ketan hitam dengan kualitas warna minuman non-kafein.

Berdasarkan grafik di atas menunjukkan adanya perbedaan pada konsentrasi ketan hitam terhadap kualitas warna minuman kopi non-kafein, pada perlakuan K1C. K2C dan K3C memiliki selisih rerata yaitu 55%, 50% dan 55% sehingga memberikan warna yang sama, hal tersebut mungkin konsentrasi ketan hitam lebih banyak dibanding campuran petai cina dan jahe. Perlakuan kontrol K0C menghasilkan warna kuning kecoklatan dengan persentase 30% karena pada perlakuan ini komposisinya terdiri atas petai cina dan jahe. Perlakuan K4C memiliki warna gelap dengan persentase 65%, hal ini mungkin disebabkan rasio komposisi ketan hitam dengan petai cina sebanding.

A. Rasa

Kesukaan akan rasa sangat sulit untuk dimengerti secara tuntas, karena selera manusia sangat beragam. Pada umumnya makanan tidak hanya terdiri satu kelompok rasa tetapi merupakan gabungan dari berbagai rasa yang terpadu sehingga menimbulkan rasa makanan yang enak. Rasa merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan seseoran terhadap suatu masakan (Winarno, 2004).

Hasil uji organoleptik menunjukkan ada perbedaan antara konsentrasi ketan hitam dengan kualitas rasa minuman non-kafein.

Rasa yang dihasilkan oleh K0C dengan persentase 50% adalah rasa petai cina dan jahe kuat sehingga menimbulkan efek pahit, hal tersebut mungkin disebabkan karena tidak ada penambahan ketan hitam. Rasa yang dihasilkan oleh K1C dan K2C dengan persentase 55% dan 60% hampir sama, rasa kurang enak, hanya terasa gurih tidak senikmat minum kopi. Hal tersebut mungkin penambahan jumlah ketan hitam yang lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan lain. Perlakuan K3C dengan persentase 65% menghasilkan rasa agak sedap, mungkin dikarenakan penambahan ketan hitam tidak terlalu banyak, perlakuan K4C dengan persentase 70% menghasilkan rasa yang enak, hal tersebut dimungkinkan rasio ketan hitam dengan petai cina dan jahe sebanding.

A. Tekstur

Tekstur minuman kopi non-kafein memiliki beda rerata nilai tekstur yang relatif kecil. Tekstur tidak berbeda signifikan karena analisis statistic dengan perbedaan yang sangat kecil maka tidak akan tampak perbedaan yang nyata, namun demikian tetap ada perbedaan.

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan hasil uji organoleptik pada perlakuan K1C dengan persentase 90% memiliki tekstur yang halus, sedangkan K2C dan K3C memiliki tekstur yang hampir sama dengan persentase 85% dan 80%.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

1. Kopi non-kafein dapat diterima dan disukai oleh penalis dari uji organoleptik, perlakuan K4C adalah perlakuan yang paling optimal.

2. Penambahan petai cina dan jahe berpengaruh trehadap organoleptik kopi non-kafein berbahan dasar ketan hitam. Perlakuan optimal adalah perlakuan K4C dengan rasio ketan hitam berbanding petai cina dan jahe (1g:1g) memiliki warna gelap, aroma agak sedap, rasa ketan hitam, petai cina dan jahe optimal.

5.2. Saran

1. Penggunaan ketan hitam, petai cina dan jahe dapat digunakan sebagai minuman kopi non-kafein.

2. Anjuran untuk mengkonsumsi minuman kopi non-kafein karena kopi yang mengandung kafein dapat menimbulkan gangguan pada tubuh.

DAFTAR PUSTAKA

Kusmiadi, Riwan. 2008. “ Varietas Beras dengan Komposisi Kimiawi ZatPenyusunnya”.

http://www.ubb.ac.id/menulengka.php?judul=Varietas%20Beras%20dengan%20Komposisi%20Kimiawi%20Zat%20Penyusunnya&nomorurut_artikel=136.(Diakses 22 Januari 2018)

Winarno, F.G. 2004. “ Kimia Pangan dan Gizi “. PT. Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.

Yanuar, Willy. 2009. “ Aktivitas antioksidan Dan Immunodulator Serealia Non Beras“. Http://Respository.ipb.ac.id (diakses 29 Januari 2018).

id.wikipedia.org/wiki/Petai Cina.(Diakses tanggal 1 Pebruari 2018).

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantap Pak Karyanya... Kopinya boleh kirim ngak Pak....hhhh

27 Mar
Balas

wah, itu karya siswa dan mungkin bisa diujicoba dan bisa dipasarkan. untuk kopinya tidak membuat soalnya hanya untuk penelitian saja. mungkin orang lain bisa memproduksinya dan memasarkannya. Salam literasi.

28 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali